Astaga!!!, Sungai Pontak Mengering

Berita, Pertanian317 Dilihat
banner 728x90

BINADOW.ID, BOROKO – Sungai Pontak, sumber air utama bagi Bendungan Pontak yang dibangun pada tahun 1986, mengalami kondisi mengering yang mengkhawatirkan. Bendungan Pontak merupakan satu-satunya yang mengairi lebih dari 500 Ha persawahan di Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Para petani yang bergantung pada irigasi dari sungai Pontak merasa cemas dengan kondisi ini.

Isman Korompot, seorang petani di wilayah Kecamatan Kaidipang, menyampaikan keprihatinannya atas mengeringnya sungai Pontak. “Kami petani sangat bergantung pada sungai Pontak untuk menyirami sawah kami. Saat ini, kami khawatir tanaman kami akan mati karena tidak ada cukup air,” ujarnya dengan penuh kekhawatiran.

Selain itu, Dayat Mamonto, seorang warga yang tinggal di sekitar bendungan, juga mengungkapkan kekhawatirannya. “Biasanya, sungai Pontak selalu mengalir sepanjang tahun, tapi sekarang sudah sangat jarang melihat air mengalir di sungai ini. Kami merasa prihatin dengan kondisi ini dan berharap pemerintah segera menemukan solusi,” ucapnya.

Tanggapan dari Isman dan Dayat mencerminkan keprihatinan dan kepedulian masyarakat setempat terhadap kondisi sungai Pontak. Kehadiran sungai ini menjadi tulang punggung pertanian dan kehidupan sehari-hari di wilayah tersebut. Dengan mengeringnya sungai Pontak, para petani dan warga di sekitar bendungan menghadapi tantangan serius dalam mempertahankan mata pencaharian mereka.

Tuntutan masyarakat akan langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mengatasi masalah ini semakin kuat. Isman dan Dayat berharap langkah-langkah tegas diambil untuk menghentikan aktivitas perambahan hutan dan pembalakan liar yang menjadi penyebab utama masalah ini.

Kehadiran Bendungan Pontak sebagai penopang sistem irigasi di wilayah Kecamatan Kaidipang menegaskan betapa pentingnya menjaga ketersediaan air bagi pertanian dan kehidupan masyarakat. Diperlukan langkah-langkah tegas untuk mengatasi perambahan hutan dan pembalakan liar yang merusak ekosistem sungai Pontak.

Masyarakat berharap pemerintah setempat bersama dengan instansi terkait dapat segera menemukan solusi yang tepat untuk memulihkan kondisi sungai Pontak. Dengan kerjasama dan kesadaran bersama, diharapkan sungai Pontak dapat kembali mengalir dengan cukup untuk memenuhi kebutuhan irigasi dan mendukung pertanian di Kecamatan Kaidipang. [Ramdan Buhang]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *