Dipimpin Amin Lasena, Keluarga Besar PDI Perjuangan Bolmut Melepas Kepergian Celsius Daud

Berita, Bolmut, Sulut74 Dilihat
banner 728x90

BINADOW.ID, BOLMUT – Desa Solo tampak berduka menyelimuti kepergian Bapak Celsius Daud, Ketua Ranting PDIP Desa Solo Kecamatan Kaidipang, Bolaang Mongondow Utara. Suasana haru begitu terasa pada pemakaman yang berlangsung pada Rabu, (05/06/2024), di mana keluarga besar PDIP turut hadir memberikan penghormatan terakhir.

Ketua DPC PDIP Bolmut, Drs. Hi. Amin Lasena, dengan penuh rasa hormat dan kesedihan, turut hadir dalam pemakaman tersebut.

“Kepergian Bapak Celsius Daud adalah kehilangan besar bagi kita semua. Beliau adalah sosok yang berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya dan selalu hadir untuk masyarakat. Jasa dan pengabdiannya dalam membangun partai dan Desa Solo akan selalu dikenang.” papar Amin Lasena dalam Sambutannya

Keluarga besar PDI Perjuangan, termasuk Ketua Umum Hj. Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPD Olly Dondokambey, menyampaikan duka cita yang mendalam. Sambutan belasungkawa dari seluruh jajaran DPC dan PAC turut menyuarakan betapa besar kehilangan ini dirasakan oleh partai.

“Bapak Celsius Daud adalah sosok pemimpin yang penuh kasih dan selalu siap berkorban demi kemajuan partai dan masyarakat. Kami merasa sangat kehilangan. Semoga jasa dan pengabdiannya akan mengantarkannya ke sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Amin dengan nada haru.

Dalam suasana duka yang begitu dalam, keluarga besar PDI Perjuangan turut hadir. Mereka mendoakan agar arwah Bapak Celsius Daud diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan mendapatkan tempat terbaik di akhirat. Tangis dan doa dari rekan-rekan separtai dan warga desa mengiringi kepergian sosok yang begitu dicintai.

Dengan kepergian Bapak Celsius Daud, PDI Perjuangan Bolmut kehilangan salah satu kader terbaiknya. Namun, semangat, ketulusan, dan dedikasinya akan terus menjadi inspirasi bagi seluruh anggota partai dalam melanjutkan perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat. Bapak Celsius Daud akan selalu hidup dalam kenangan dan hati kita semua, menjadi teladan bagi generasi yang akan datang.

Penulis: Ramdan Buhang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *