Proyek Jalan Kuala-Taman Keydupa Terlambat, Warga Kritik Ketidaksesuaian Jadwal

Berita, Bolmut120 Dilihat
banner 728x90

BINADOW.ID, BOROKO – Proyek penanganan long segmen Ruas jalan Kuala-Taman Keidupa, Kecamatan Kaidipang, Bolaang Mongondow Utara, dengan anggaran sebesar 7,3 miliar rupiah, masih belum menunjukkan tanda-tanda pelaksanaan. Padahal, Surat Perintah Kerja dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bolmut telah diterbitkan kepada CV. Gama Cipta, pemenang tender proyek ini.

“Kami telah menerbitkan Surat Perintah Kerja tertanggal 4 Juni 2024,” ungkap Kadis PUTR Rudini Masuara melalui Kabid Binamarga, Yunita Dama, ST, Kamis (4/7/2024)

Hingga saat ini, sudah 24 hari berlalu sejak surat perintah kerja dikeluarkan, namun persiapan lokasi kegiatan, mobilisasi sumber daya, pengangkatan median jalan, dan persiapan lainnya belum juga dimulai.

“Kami telah melayangkan surat teguran kepada pihak rekanan pada tanggal 24 Juni 2024,” tambah Yunita.

Sementara itu, salah satu warga Desa Boroko, Wahyudi Fiqialan, mengkritik keras lambannya pelaksanaan proyek tersebut. Menurutnya, keterlambatan ini menunjukkan kurangnya keseriusan dalam menjalankan proyek yang sangat dinantikan oleh masyarakat.

“Keterlambatan ini sangat mengecewakan. Kami berharap kontraktor segera melaksanakan kegiatan sesuai dengan S-Curve sebagai manajemen proyek yang digunakan untuk menggambarkan kemajuan proyek dari waktu ke waktu,” ujar Wahyudi.

Ia menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam pelaksanaan proyek agar tidak mengganggu aktivitas warga dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat sekitar. Wahyudijuga menyatakan,

“Dalam setiap proyek infrastruktur, perencanaan yang matang dan eksekusi yang tepat waktu adalah kunci sukses. S-Curve adalah alat penting dalam manajemen proyek yang membantu kita memantau progres dan memastikan setiap tahap dilaksanakan sesuai jadwal. Keterlambatan ini menunjukkan ketidakpatuhan terhadap rencana kerja yang telah ditetapkan, dan hal ini sangat merugikan masyarakat yang menantikan perbaikan infrastruktur.”

Ia berharap kontraktor lebih disiplin dalam menjalankan proyek, karena dampaknya sangat signifikan bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Proyek ini tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas hidup warga. Oleh karena itu, ketepatan waktu dan kualitas kerja harus menjadi prioritas utama,” tegas Wahyudi.

Penulis: Ramdan Buhang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *